Senin, 05 Januari 2009

who am I ?????



Aku lahir di lamongan bertepatan dengan hari anak nasional,yup….tanggal 23 juli 1988.Bandel,nakal,pemarah,suka su’udhzon itu da jadi sifatku,karena dulu aku sangat iri ma kakak kandungku sendiri,kakak begitu disayang ma ortuku, g pernah di marahi,aku jadi anak yang bandel,nakal karena aku ingin diperhatikan ma ortuku,jadi anak yang pemarah,marah ma ortuku,ujung2nya ku lampiaskan kemarahanku pada semua orang yang datang ketokoku,karena aku pengen kayak anak2 yang laen yang seusiaku,mereka asyik bermain,sedang aku dari kecil udah dilatih kerja ma ortuku,jarang aku bergaul dengan anak2 seusiaku klo g disekolah,boleh sech bermaen,tapi sama ja aku maen sendiri sambil jaga toko,emang semua kebutuhanku dipenuhi,aku punya banyak maenan,tiap kenaikan kelas semua peralatan sekolahku baru,mulai tas,topi,buku,pensil,dll,pasti baru,palagi aku dapat rangking 1.Apa lantas aku bahagia?,enggak,karena yang aku butuhkan saat itu adalah kasih sayang ortuku,kebebasan bermaen kayak anak2 yang laennya,aku bosen dirumah trus,puncak dari kenakalanku adalah pukulan dari ibuku,saat itu ada pertunjukkan wayang didesa,temenku nunjukin maenan barunya padaku,aku pengen punya maenan kayak punya temenku itu,harus punya dan wajib,tapi ibu g mau belikan,karena maenanku da banyak banget,pukulan demi pukulan mendarat di tubuhku,apa aku lantas berubah dan menyadari kesalahanku?,jawabannya tidak,aku malah semakin brutal ketika aku masuk SMP,memang g pernah bolos sekalipun,tapi tiap minggu mesti jalan2 kepasar cari anting,gelang,pokoknya yang warna item,itu adalah target utamaku,wuis….pokoknya tomboy abizzzz,metal brow……,g boleh naek motor g jadi masalah toh masih ada sepeda,pokoknya keluar rumah,tujuanku masih sama,pengen diperhatikan ma ortuku,tapi emang caraku yang salah,meski demikian sifat keras kepalaku g mau mengakui kesalahanku itu.Gengsi donk,he…3x
Semua berubah ketika ku memasuki kehidupan baruku,ya SMA.Dari sanalah kumulai sadar,ternyata ketika jauh dari orang tua membukakan fikiranku,itulah kali pertama kumenyesali semuanya,mulai menangis,”gini toh klo jauh dari ortu itu???Apa2 sendiri,belanja sendiri,masak sendiri,makan,nyuci,duh repot banget”betapa egonya aku dulu,”gini toh rasanya jadi ibu???gini kok aku berani ma ibu”,nyesel banget,dari sana ku berjanji akan berbakti,patuh & taat ma ortuku terutama ibu.Jauh dari orang tua juga membawa dampak positif laennya,kedewasaanku di uji,banyangkan tiap minggu ku dijatah uang sekian,dan uang itu harus cukup untuk biaya makan,jajan,dll,pusing banget………….G pernah ku bayangkan sebelumnya.1 minggu jauh dari ortu rasanya lamaaaaaaaaaaa banget,aku g sabar ingin segera pulang untuk bersujud dikaki ibuku.Sampai rumah ternyata ibu da menyambutku di ambang pintu,Ya Allah…….orang yang slalu ku sakiti hatinya menyambutku dengan senyum khas seorang ibu yang penuh kasih,penuh sayang,aku langsung memeluknya erat2”wiwin minta maaf bu”kata2 itu meluncur ribuan kali dari mulutku,Kristal inipun meleleh juga dipipiku,sesenggu’an & dekapan hangat seorang ibu,tak ada kata2, sunyi dan penuh haru.Sejak saat itu aku deket banget ma ibuku dan aku tau mengapa kakakku sangat di sayang ma ortuku,tak laen tak bukan karena kakakku sangat taat ma ortu,nriman.Aku minta maaf pada semua orang,dan apa kata mereka”tak kira kamu g bisa berubah win,andai kamu seperti itu terus pasti usaha ortumu bakal gulung tikar”deg,wah….sampai segitunya nakalku dulu.Kelas 2 SMA baru kenal jilbab,itupun karena cowok,dia bilang ke aku”win kamu tambah cantik lho klo pakai jilbab”wuih….melayang aku dapat kata2 kayak gitu,coz yang bilang itu temenku yang paling usil dulunya ma aku.Akhirnya ku putuskan pakai jilbab,disaat itulah ku menemukan kenyamanan tersendiri,aku merasa damai banget,fikiranku,tingkah lakuku,semunya terkontrol dengan ketenanganku pakai jilbab.Dan ku mulai mencari2 apa yang kurang????ternyata agamaku,dulu yang aku tau hanya ngaji Quran,tajwid itu tok,apa itu islam sendiri aku tak tau,adrenalinku terpacu untuk ikut kajian Islam sekolahku,bab demi bab buku pelajaran di terangkan disana.Aku tertinggal sangat jauh dari pengetahuan agamaku sendiri.Fiqih,sunnah,sirah nabawih,sirah shahabiyah,aku g pernah tau itu dan aku g pernah di ajari itu,sekedar di beri tau aja g.maklum dari kecil sekolah Negeri trus,yang notabene pelajaran agamanya 2jam sekali dalam seminggu.Yang ku tau hanya pelajaran2 umum saja.
Hampir tiap hari aku memuhasabahi diriku sendiri untuk menjadi yang lebih baik,aku merasa lebih tenang lagi saat ini,ya..kuliah,kenal apa itu halaqoh,kajian yang slalu ku rindukan,teman2 yang notabene pengetahuan agamanya jauh diatasku,Alhamdulillah,segala puji bagi Allah yang masih memberikanku kesempatan untuk memperbaiki kehidupanku.
Sebuah benda yang dapat menggambarkan diriku,sebuah benda berwarana putih,mungil,dan sering dinyalakan orang ketika lampu mati,ya………lilin,tepatnya lilin kecil,karena aku emang mungil,he…..3x.

“LILIN”
Putih warnaku,kecil bentukku
Tapi ku mampu menyinari sekelilingku
Takkan ku biarkan gelap menggelilingiku
Pelita dikala sunyi
Lilin
Sinarku begitu teduh
Dan takkan ku biarkan
Seorangpun terbakar apiku
Lilin
Meski kadang diremehkan orang
Aku tetap tersenyum
Karna ku tau mereka pasti akan membutuhkanku
Lilin
Takkan ku biarkan sinarku mati
Walau angin kencang menerpaku
Aku akan tetap berdiri kokoh
Sampai akhir hayatku





Aku, Kulo, n Saya


Aku adalah seorang mahasiswa semester 1 di STIE SwastaMandiri Solo prodi akuntansi. Aku lahir 22 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 5 April 1986 di tengah-tengah kluarga yang secara financial termasuk kurang mampu. Tapi Aku ga’ pernah malu ketika orang menanyakan status sosial keluargaku. Aku mempunyai 7 saudara, 3 cewek 4 cowok. Aku sendiri adalah anak kedua. Kakakku cewek. Aku menganggapnya perfect.
Berbicara masalah intellegensi, Aku mungkin bisa dibilang tengah-tengah, kalo dibandingin ma orang di luar keluargaku. Pinter ga’, goblok juga ga’. Tapi sering muncul dalam hatiku perasaan minder, ga’ pede, n ga’ pantes, ketika Aku dihadapkan pada kelebihan-kelebihan saudara-saudariku. Mereka begitu menonjol. Sedangkan Aku, apa yang bisa dibanggakan dari seseorang bernama Muhammad Abdulloh Kholisuddin? Hampir-hampir ga’ ada sama sekali.
Sampai sekarang pun perasaan seperti itu tetep sering muncul. Lebih-lebih ketika Aku dah bikin orang tua kecewa, mba’ kecewa, dan bahkan ade’-ade’ku juga. Seperti yang dah Aku bilang di awal tadi, kakakku orang yang perfect di mataku. Dari segala segi. Ketika Aku mengikuti langkahnya untuk masuk ke sebuah pondok pesantren tempat dia dulu menuntut ilmu jenjang SMA, Aku sangat diharapkan bisa mengikuti jejak prestasi kakakku itu. Tapi hasilnya? Aku ga’ pernah mendapatkan prestasi di kelas, kecuali peringkat 3 waktu kelas 5 KMI (setingkat 2 SMU). Setelah itu, makin merosot. Bahkan ketika wisuda Aku hanya bisa pasrah melihat namaku ada di deretan yang ke 30an dari 70 orang wisudawan. Selama di pondok Aku juga bukan orang yang bisa dibilang muthi’ atau taat. Aku sering keluar komplek tanpa ijin dari pengurus. Ya, Aku memang nakal. Penyebabnya, Aku sendiri ga’ tahu. Mungkin marah n mangkel karna Aku begitu diharapkan padahal Aku ga’ punya kemampuan untuk bisa merealisasikan harapan tersebut.
Aku sering nangis sendiri ketika aku inget ekspresi kekecewaan orang tua ketika Aku diwisuda.
Sebenarnya aku juga pengen bikin orang tua bangga dengan keberadaanku. Tapi dengan apa? Pikiranku sering mentok di situ. Apa mungkin Aku tergolong anak yang durhaka ma orang tuanya? Aku emang terlalu sensitif untuk ukuran seorang cowok. Aku sering nangis. Biasanya untuk menghibur diri, Aku selalu memikirkan keadilan Alloh. Alloh membuatku seperti ini pasti ada tujuannya, ada manfaatnya. Cuma, Akunya aja yang ga tahu letak kebijakan Alloh.Susah bagiku tuk bisa marah ma orang. Mungkin pengaruh minder n ga’ pede ya? Paling cuma aga’ mangkel dikit. Tapi itu ga’ lama kok. Dalam hitungan jam paling dah balik lagi.



Aku rasa, hanya benalu yang bisa menggambarkan diriku

Aku cuma bisa nyusahin.
Seingatku,
aku lom pernah bikin kluarga bangga karna keberadaanku.
Lom pernah bikin orang disekitarku bangga dengan keberadaanku
Lom pernah memberikan manfaat orang lain
Yang ada justru aku nyusahin orang-orang sekitarku, walaupun sebenarnya aku sangat ingin memberikan manfaat buat orang sekitar.
Trus apa bedanya ma benalu
?
Pandanganku
Tentang
Universitas
Kehidupan

Kehidupan ini ga’ ubahnya sebuah wahana tuk pembekalan diri mempersiapkan perjalanan kita di akhirat.

Kehidupan adalah guru yang tepat tuk menerangkan arti sebuah kemantapan hati dan perjuangan.

Selayaknya sebuah institusi pendidikan, kehidupan juga mempunyai level-level dalam menempuh jenjang study dan gelar bagi yang mampu melewati ujian di setiap levelnya.

Tak ubahnya sebuah pasar swalayan yang menyediakan berbagai barang kebutuhan kita sehari-hari, kehidupan juga memberikan apa yang kita butuhkan di kemudian hari.

1 komentar:

Rudy Johan Admiral Hijau mengatakan...

Bagus bgtz mbak...........