Jumat, 27 Maret 2009

Kupu-kupuku



Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat
Menjadi kupu2
Persahabatan bagai kepompong
hal yang tak mudah
berubah jadi indah
persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman
Hadapi perbedaan

Lagu itulah yang mewakili perasaanku untuk mengenang kebersamaanq dulu di sekolah tercintaq ma temen2q SMABA,sekarang kita berjauh2an,bukan karena kita pengen ngelupain satu ma yang laen,kerena impian ya itulah tepatnya.kita mengejar impian kita masing2.bukan berati juga kita putus komunikasi,kita selalu menjaga komunikasi agar silaturahim itu tetep terjaga.memang tiada kisah paling indah bagiq selain kisah2q disekolah dulu.khususnya temen2 kosq waktu SMA,kos bajaj bajuri itulah nama yang kita buat bersama,q masih inget betapa ramainya dulu di kos.Anak2 yang aneh ada disana,mungkin kalian pengan tau kenapa dinamakan bajaj bajuri???
Alasan
pertama:
karena dulu kita sekos seneng banget nonton sinetron itu
Kedua:
karena ada mak nyak(nurma hidayati S.M)yang gendut,si doyan makan & ngemil,sukanya marah2,ada mpok oneng(sa’adati maghfiroh) yang leletnya minta ampun,klo berangkat ke sekolah anak2 paling jengkel banget nungguin oneng ini selesai dandan,ada mpok hindun(aku sendiri)yang cerewetnya g ada yang nandingin,he3x,ada party(ririn maghfiroh)si kerempeng kata anak2,ada iplez(selfi maranata ummah)yang jago tapak suci,juga jago gambar,ada lagi ding jago nyanyi,ada bu rt(ike indra rukmana)suka bangunin orang pagi2 cuma tanya jawaban teka-teki,risky asta pramesti rini(njepopong”kupingnya gede”)tapi dia itu artis kos kita,terakhir desi aristantia(si kentir)klo telp sukanya didepan kaca,sambil ngaca gitu,he3x…..maklum anak teater.


Ketiga:


cucu2nya bu kosq yang unik,ada yang kita panggil bajuri,kenapa???saking doyannya makan perutnya gendut dech kayak bajuri,ada yang jadi ucup karena di antara sekian banyaknya cucunya bu kosq dia yang paling item sendiri.ada yang jadi mas yanto karena kalem banget,tapi g mata keranjang kayak mas yanto yang jadi suaminya mpok hindun di bajaj bajuri beneran.
Meski begitu g da yang sakit hati di panggil demikian,malah panggilan2 itu mempererat hubungan kita di kos.udah kayak keluarga sendiri.
Klo liburan,biasanya kita janjian untuk kumpul bersama,tempat favorit yang mereka pilih selalu dirumahq,kenapa???soalnya anak2 doyan banget makan batagor & klo masak di rumahku bahan2nya kan tinggal ambil,seneng banget dech.
Tapi sayang ririn g bisa kumpul dengan kita walaupun dia liburan,karena dia mengejar cita2nya sampai NTT,jangan salah dia sekarang jadi polwan disana.risky sibuk dengan bisnis ayahnya,dia sekarang kuliah di STIKES MUHAMMADIYAH,LAMONGAN.iplez meski liburan jarang pulang,anak itu sibuk dengan seni rupanya di UNESA,Surabaya.tinggallah mak nyak,oneng,aku dan ike yang slalu menyempatkan diri,walau sesibuk apapun untuk kumpul ma temen2.mak nyak sekarang semester 6 di UNIROW,tuban.oneng&desi ada di STIKES majapahit,mojokerto,juga semester6,si kecil ike ada di semester2 sekarang di UNMUH malang,ku sendiri ada di UNMUH gresik.kita berlima jauh meleset dari apa yang kita cita2kan waktu kecil,misalnya nurma pegen jadi guru matematika,e…malah sekarang ambil S1 bahasa Indonesia,oneng pengen juga jadi guru matematika,e…kesasar jadi perawat,desi pengen banget jadi acounting,malah jadi bidan,ike pengen masuk teknik gigi,malah masuk statistic matematik&aku yang pengen jadi bidan,malah jauh menyimpang ke teknik informatika.tapi itulah indahnya rahasia Allah.andai yang kita inginkan itu tercapai ku g kan bisa mengarang cerita ini,
Sahabat kalian adalah kupu-kupu terindah yang pernah aku miliki,takkan terganti oleh apapun


“kamu sangat berati
Istimewa di hati
Slamanya rasa ini
Jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini”

Sebuah lagu yang dibawain project pop yang sering kita lantunin bersama,palagi pas waktu perpisahan,q masih ingat tangis perpisahan itu.sampai sekarang jika kesepian melanda diriq,badan merasa g enak,hatiq pun tak menentu,q tahu satu cara untuk menghibur diriku,dengan menggingat teman-temanq,kupu-kupuku.




Rabu, 18 Maret 2009

Rebutlah Gelar Wanita Sholehah

Pertama-tama adalah mesti engkau sadari, bahwa sesungguhnya aku tak akan menilai kecantikan wajahmu dibalik jilbab yan engkau kenakan, serta harta yang kau miliki sebagai daya tarik untuk menikahimu.
Tapi kecantikan hati, perilaku, serta ketaatanmu kepada Dienul Islam itu yang utama. Memang hal ini sangat musykil di zaman yang telah penuh dengan noda-noda hitam akibat perbuatan manusia, sehingga wanita-wanitanya sudah tidak malu lagi untuk menjual kecantikannya dan berlomba-lomba memperlihatkan aurat dengan sebebas-bebasnya demi memuaskan hawa nafsu jahatnya. Namun itulah yang diajarkan Rasulullah SAW, kepada kita melalui haditsnya :

“Janganlah engkau peristrikan wanita karena hartanya, sebab hartanya itu menyebabkan mereka sombong. Dan jangan pula kamu peristrikan wanita karena kecantikannya, karena boleh jadi kecantikannya itu dapat menghinakan dan merendahkan martabat mereka sendiri. Namun peristrikan wanita atas dasar Diennya. Sesungguhnya budak hitam legam kulitnya tetapi Dienya lebih baik, lebih patut kamu peristrikan“. (HR. Bukhori)

Dan Allah pun tak akan melihat kebagusan wajah dan bentuk jasadmu. Tapi Dia menilai hati dan amal yang kau lakukan. Hendaknya engkau yakin bahwa wanita-wanita salafusshaleh adalah panutanmu, yang telah mendapat bimbingan dari nabi Muhammad SAW.

Contohlah Ummu Khomsa yang tersenyum gembira mendengar anak-anaknya gugur dalam medan pertempuran. Tentunya engkau heran, mengapa seorang ibu seperti itu ? jawabnya adalah karena ia yakin bahwa jannah telah menanti anaknya di akhirat, sedangkan engkau tahu, tak seorangpun yang tidak menginginkan akhir hidup di tempat yang penuh kenikmatan itu.Katakanlah kepada anak-anakmu kelak :…janganlah engkau bimbang dan ragu wahai anakku, kalau kamu syahid daripada sibuk mengumpulkan hartadan memburu pangkat. Maka kalau kamu ingin termasuk ke dalam golongan-golongan pejuang ISLAM yang benar-benar memperjuangkan hak Allah dan Rasul-Nya. Serahkan dirimu dan ketaqwaan yang kuat dan tanamkan pula dalam hatimu iman serta keinginan untuk menemuin-Nya secara syahid. Bayangkanlah bahwa jannah sedang menanti, bersama para bidadari yang sedang berhias menanti kekasih-kekasihnya, yaitu kamu sendiri. Seperti Firman Allah :“Dan didalam Jannah itu ada bidadari-bidadari bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik” (QS 56 : 22-23) Ajarkanlah pada anak-anak kita kelak, bahwa hidup dalam ISLAM tidak berarti mencari kenikmatan semu di dunia ini sehingga mereka bersenang-senang didalamnya dan lupa akan Akhirat. Padahal Rasulullah mengajarkan “ Addunya mazra’atul akhiroh (Dunia adalah ladangnya akhirat). Jadi dunia bukan tujuan akhir, tapi hanya sekedar jembatan untuk menuju kehidupan akhirat yang lebih baik dan kekal sehingga mereka mengerti bahwa mencari keridhoan Allah berarti pengorbanan yang terus menerus, Seperti Firman-Nya :

“ Dan diantara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhoan Allah dan Allah maha penyantun kepada hamba-hambanya”. (QS. Al Baqarah : 207)
Akhirnya merekapun tahu bahwa jalan yang mereka pilih itu tidak menjanjikan harta di dunia ini yang banyak, rumah mewah, kendaraan yang banyak, atau kasur-kasur yang empuk, pangkat dan wanita, tapi jalan mereka semua adalah jalan yang penuh dengan duri-duri cobaan serta seribu datu macam tantangan. Karena Allah tidak akan memberi Jannah kepada kita dengan harga yang murah.Berdo’alah kepada-Nya agar engkau lahirkan kelak dari rahimmu seorang anak pewaris perjuangan nabi-nabi-Nya yang senantiasa mereka mendo’akan kita. Didiklah mereka agar taat dan berbuat baik kepada kita serta tidak menyekutukan Allah, seperti yang diwasiatkan Luqman kepada anak-anaknya (31:31). Fahamkan mereka bahwa pewaris perjuangan Rasul dan Nabi bukanlah berarti mereka hanya menjadi pejuang di medan jihad, tapi juga seorang abid (zuhud) di malam hari. Anak kita kelak adalah amanah dari-Nya oleh sebab itu Allah akan murka seandainya kita menyia-nyiakannya. Pembentukan pribadi anak itu sangat tergantung kepada kita yang mendidiknya. Apakah ia akan menjadi orang yang beriman atau sebaliknya. Hendaklah engkau perhatikan makanan untuk mereka, pergaulannya serta pilihkan pendidikan yang mereka ikuti.Jadilah engkau seperti Siti Maryam yang dapat mendidik Isa a.s. di tengah-tengah cemoohan dan cacian masyarakat. Atau Siti Asiyah(istri fir'aun) yang dapat memupuk keimanan Musa a.s. di dalam istana yang penuh dengan kedurhakaan dan kekufuran. Kemudian Masyitoh yang mampu memantapkan hati anak-anaknya walaupun harus menghadapi air yang mendidih demi kebenaran. Atau deperti Siti Khadijah R.ha. Aisyah R.ha, Sayidina Fatimah R.ha yang membesarkan anak-anaknya di tengah-tengah kemiskinan.Bila engkau telah memahami tugas terhadap anak-anakmu dalam Islam, maka mudah-mudahan Allah akan memberkahi ktia dengan memberikan anak-anak yang sholeh, yang bersedia mengorbankan nyawanya demi mematuhi perintah Allah, seharusnyalah engkau faham juga bahwa dunia ini adalah perhiasan dan sebaik baiknya perhiasan adalah wanita sholehah.Dan salah satu ciri yang harus engkau miliki jika ingin menjadi wanita sholehah dan bersedia untuk taat terhadap suamimu kelak seperti Firman-Nya dalam surat An-Nisaa :34 bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi wanita dan istri yang baik adalah mereka yang setia (taat) kepada suami dan selalu memelihara kehormatannya selama suaminya tidak ada di rumah.Hendaklah engkau berbeda dengan wanita-wanita saat ini yang benyak melalaikan suami dan anak-anaknya, mereka lebih sibuk dengan karir, arisan, undangan, atau menyia-nyiakan uang dan waktu dengan hal-hal yang tidak berguna, serta cenderung pamer wajah dan aurat kepada yang bukan muhrimnya. Carilah ridha suami dengan cara-cara yang telah diyariatkan Islam, karena Rasulullah telah bersabda :“Wahai Siti Fatimah, kalau engkau mati dalam keadaan Ali tidak ridha padamu, niscaya aku ayahandamu tidak akan menyolatkanmu“.Jadilah engkau perhiasan yang tinggi nilainya di dalam rumah tangga, sumber penyejuk dan kebahagiaan hati suami, berhiaslah engkau untuk menyenangkan suami, jagalah hatinya agar engkau tak menyakiti dia. Walaupun dengan hal-hal yang kecil. Katakan kepadaku jika akan berangkat mencari nafkah :“Wahai suamiku carilah rezeki yang halal disisi Allah, janganlah engkau pulang membawa rezeki yang haram untuk kami. Kami rela berlapar dan hidup susah dengan makanan yang halal.”Dan janganlah engkau cegah, jika aku hendak meninggalkanmu berhari-hari karena memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya. Tabahlah seperti tabahnya Siti Hajar dan Ismail yang ditinggalkan Ibrahim a.s. ditengah padang pasir yang tandus. Jika aku mengikuti jejak yasir, maka ikutilah di belakangku sebagai sumayyah, bila kukatakan kepadamu “perjuangan itu pahit” maka jawablah olehmu “Jannah itu Manis”Sudah kiranya yang ingin aku sampaikan padamu, hendaklah engkau pahami dan ikuti seperti yang telah aku tunjukkan kepadamu tapi harus diingat bahwa engkau melakukannya karena Allah bukan karena aku, semoga Allah meridhoi kita dan memberi kemudahan dalam mengikuti petunjuknya, amin.

Dari: Kafemuslilmah.com

Katakan Aku Cinta Padamu

Kawan, saat engkau bangun pagi ini, sudahkah engkau katakan cinta bagi orang-orang terdekat: Istri atau Suami? Ibu, Bapak, Kakek, Nenek, Adik, Kakak dan kerabatmu?Belum, mungkin itu jawabmu. Karena di keluargamu tak ada budaya mengatakan cinta. Hingga kagok terasa bila harus mengungkapkannya.Boro-boro, barangkali itu katamu. Sedang pagi hari semua harus ke tampat kerja dan ke sekolah, berpacu dengan waktu. Mana sempat bilang I Love U?Kawan, saat bertemu dengan para sahabat hari ini, sudahkah engkau sampaikan cinta bagi mereka? Semua orang dekat baik di mata maupun di hati? Semua orang dekat baik karena darah maupun pertalian aqidah?Tidak! Mungkin begitu tangkismu. Kebersamaanmu dengan mereka lebih karena tuntutan kerja dan aktifitas, mungkin itu jawabnya.Tak biasa! Barangkali demikian kau bilang. Toh, obrolan dan jalan bersama sudah menunjukkan cinta. Hingga ia tak harus diuntai dalam kata. Sedang sikap dan perhatian lebih menunjukkan rasa yang kau punya untuk mereka.Bisa jadi demikian halnya. Namun, alangkah indah jika engkau coba Sabda kekasihNya.Dari Abu Karimah Al Miqdad bin Ma'dikariba ra, dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Apabila seseorang mencintai Saudaranya, beritahukanlah kepadanya bahwa ia mencintainya” (HR Abu Daud) Dari Anas ra, ia berkata: Ada seorang laki-laki duduk di hadapan Nabi SAW, kemudian ada seseorang yang lewat di situ, lalu orang yang duduk di hadapan Nabi berkata: “Ya, Rasulullah, sesungguhnya saya mencintai orang itu.” Nabi SAW bertanya: “Apakah kamu sudah memberitahukan kepadanya?” Dia menjawab: “belum.” Beliau bersabda: “Beritahukanlah kepadanya!” Kemudian dia menemui orang itu dan berkata: “Sesungguhnya saya mencintaimu karena Allah.” Orang itu menjawab: “Semoga kamu dicintai oleh Zat yang menjadikanmu mencintaiku karenaNya” (HR Abu Daud) Kawan, pernahkah engkau mengunjungi kerabat, saudara dan sahabat, hanya karena engkau ingin mengunjunginya? Semata karena ingin menjalin tali cinta?Tidak sempat. Bisa jadi seperti itu alasanmu. Terlalu banyak pekerjaan dan urusan yang tak mungkin ditinggalkan.Kawan, pernahkah engkau menelepon 'hanya' untuk sekedar bersilaturahmi? Sekedar menyapa, mendengar suara di seberang sana dan menanyakan kabarnya?Ah, tak terpikirkan. Dapat pula itu ungkapmu. Sedang masih banyak nomor terkait kewajiban menunggu untuk dihubungi.Mungkin ada baiknya, jika engkau dengar sabda Sang Nabi berikut ini.Dari Abu Hurairah ra, dari nabi SAW, beliau bersabda: “Sesungguhnya ada seseorang akan berkunjung ke tempat Saudaranya yang berada di desa lain, kemudian Allah ta'ala mengutus malaikat untuk mengujinya. Setelah malaikat itu berjumpa dengannya ia bertanya: “Hendak kemanakah kamu?” Ia menjawab: “Saya akan berkunjung ke tempat saudaraku yang berada di desa itu.” Malaikat bertanya lagi: “Apakah kamu merasa berhutang budi padanya sehingga merasa perlu mengunjunginya?Laki-laki itu menjawab: ”Tidak. Aku mengunjunginya semata karena aku mencintainya karena Allah ta'ala." Malaikat kemudian berkata: “Sesungguhnya saya adalah utusan Allah untuk menjumpaimu, dan Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai saudaramu karena Allah (HR Muslim) Kawan, sudahkah kau jabat tangan saudaramu ketika bertemu? Sudahkah kau peluk keluargamu hari ini?Pasti, seperti itu barangkali kau sampaikan. Karena itu telah menjadi kebiasaan masyarakat. Bukan, sahabat! Karena ia adalah sesuatu yang disunnahkan. Menjadi penggugur dosa para pelakunya. Mewujudkan cinta para penghasungnya. Semoga berita yang dibawa sahabat dari sang pembawa risalah meneguhkanmu.Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: “Nabi SAW mencium Al Hasan bin Ali ra, kemudian Aqra' bin Habis berkata: Sesungguhnya saya memiliki sepuluh anak, tetapi saya tidak pernah mencium seorang pun dari mereka.” Maka Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa tidak mengasihi ia tidak akan dikasihi.” (HR Bukhari dan Muslim) Dari 'Aisyah ra, ia berkata: “Zaid bin Haritsah dtang ke Madinah dan rasulullah SAW sedangn berada di rumahku, kemudian ia datang dan mengetuk pintu, lantas Nabi bangkit dan menarik kainnya, serta memeluk dan menciumnya.” (HR Turmudzi) Dari Al Barra' ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “ dua orang islam yang bertemu kemudian mereka berjabat tangan maka dosa kedua orang tersebut diampuni sebelum keduanya berpisah.” (HR Abu Dawud)Kawan, mengatakan cinta bukanlah tabu, bahkan ia disunnahkan Al musthafa.. Engkau tidak harus romantis untuk melakukannya. Engkau tidak usah malu karena merasa sudah bukan masanya. Karena cinta tidak mengenal usia. Bolehlah ia diungkap oleh anak kepada Bapak dan ibunya, Ayah bunda pada sang putra, keponakan kepada kerabatnya. Seseorang pada sahabatnya. Terlebih bagi pasangan hidupnya. Karena cinta adalah bahasa dunia. Maka, apa yang menghalangimu mengatakan Aku Cinta Padamu hari ini, dan menunjukkan kasih sayang pada keluarga, saudara, kaum kerabat dan sahabat?

Dari:kafemuslimah.com

Untuk seseorang yang jauh di Solo aku mencintaimu karena Allah

Jendela(g kerasa tiap hari,tiap menit,tiap jam kita mengeluh)

04.30 wib
Ha…cepet sekali ya liburan,perasaan baru kemaren ku pulang,sekarang udah mulai masuk kul lagi,duch….bayangan tentang semester 4 da didepan mata,g kebayang tambah repotnya,ruwetnya,tugas2nya,presentasinya,kuis,belum juga ujian,dosen killer,dsb.itulah perasaanku ketika ku buka mata pagi ini.kala itu fikiranku yang laen berontak katanya gini ”if there is a will,there is a way”,ya ku punya kemauan yang besar,karena ku pengen memperoleh prestasi yang besar,makanya ku tanamkan kemauan itu didiriku terus menerus,karena ku yakin kemauan yang kecil akan membawa hasil yang kecil pula,seperti kata Aiman Tashika dalam bukunya TO BE IS TO DO,TO DO IS TO BE.belum selesai fikiranku yang tadi,e…ketika ku liat jadwal kul ku pagi ini,waduh….masa’ hari pertama kuliah udah ketemu yang namanya P.EKO PRASETYO,P.TOMO????(he3x)kata temen2ku,e…g ding aku juga menilai kedua dosenku itu killer,raja tega,g ada nilai A,paling mentok nilai didua dosen ini cuma AB,g segan lho ngasih nilai C,D bahkan E.untuk semester ini P.EKO(masih lajang,tapi bentar lagi da mau nikah)pegang JARKOM(JARingan KOMputer),makanan apa itu???ntar kita cari ilmunya,sekedar informasi dari semester satu udah ketemu P.Eko,makanya klo tiap naek semester ketemu P.Eko lagi,maka….anak2 akan bernyanyi,P.EKO lagi…P.EKO lagi CAPEK DECH…..he….3x,sedang P.Tomo(masih lajang juga)kali ini nagajarin kita tentang berkas&basis data(pake oracle,MySQL,SQLserver,dsb)apa pula itu???lagi2 ntar ja kita cari tau.tapi bukan berarti kita g suka ma dua dosen ini tapi kita malah seneng banget klo di ajar ma dosen2 ini mengapa???profesional&emang sangat berkualitas gitcu….,


05.30 wib
Duch….macet banget ya,truk2 besar,mobil2 pribadi,motor tambah meramaikan jalan raya tiap hari,bayangin aja padahal di kota kecil seperti LAMONGAN pada jam 05.30wib kemacetannya aja udah 5km,gimana di Jakarta???wuih….bisa tidur di jalan kale saking macetnya.itu tadi baru di jembatan timbang lamongan,belum lagi
diBunder,perbatasan lamongan gresik,udah jalannya sempit macet lagi 5km,biyuh…2x.fikiranku berkelana lagi,apa mobil2 mewah,motor2 baru yang mereka naiki udah di zakati pa belom ya???2,5% hak mereka yang g mampu udah diberikan pa belom ya???fenomena yang ku lihat banyak orang jadi jutawan,tapi banyak pula yang jadi gelandangan.
YA ALLAH…….
lihatlah apabila kita sadari setiap detik,setip menit,setiap jam kita suka banget mengeluh,emang manusia itu mahluk paling serakah,suka enaknya tapi jarang yang mau bersyukur.Tapi kita juga merupakan mahluk pemikir,andai kita mau merasakan,memikirkan apa2 yang ada di sekitar kita,pastilah setiap detik,menit,jam kita mendapatkan ilmu baru,kita mendapatkan angin yang begitu segar ketika kita mau membukanya(jendela fikiran kita),